Apa Itu SEO, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Apa itu SEO? SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization. Bisa diartikan sebagai usaha untuk mendapatkan trafik organik/gratis dari mesin pencari (Google, Bing, dll) ke sebuah website.

Trafik yang dicari tentu trafik yang tepat, tertarget sesuai kebutuhan. Karena bagi banyak orang fungsi SEO bukan sekedar mendatangkan trafik.

Fungsi SEO

SEO banyak difungsikan sebagai sarana mendatangkan trafik, dimana trafik selanjutnya digunakan untuk mencapai tujuan sebuah website. Trafik bukanlah tujuan akhir. Ibaratnya trafik adalah jembatan untuk mencapai tujuan, tujuan itu misalnya:

  • Menjual produk.
  • Menjual jasa.
  • Kepopuleran.
  • Mendapat penghasilan dari iklan.
  • Mendapatkan konsumen.

Jadi, meski trafiknya banyak tapi jika tujuannya tidak tercapai, bisa dikatakan SEO yang diterapkan gagal.

Bagaimana Cara Kerja SEO

SEO adalah sebuah strategi yang terdiri dari banyak taktik. Keseluruhan strategi perlu diterapkan atau hasilnya tidak akan maksimal.

Begini gambaran sederhana bagaimana SEO bekerja:

  1. Kita melakukan riset keywords hingga didapat keywords yang ideal, misalnya “ternak lele”.
  2. Lalu kita buat konten yang bagus tentang cara beternak lele.
  3. Terapkan on-page SEO pada artikel tersebut.
  4. Terapkan off-page SEO, terutama membangun backlink untuk artikel cara beternak lele tersebut.
  5. Keywords “ternak lele” untuk artikel “cara beternak lele” akan naik rangkingnya hingga menempati halaman pertama hasil pencarian Google (atau mesin pencari lainnya).
  6. Orang-orang yang membutuhkan informasi tentang beternak lele melakukan pencarian di Google dengan keywords “ternak lele”.
  7. Mereka menemukan website kita di halaman pertama hasil pencarian Google. Mereka tertarik lalu mengklik url website kita.
  8. Mereka masuk ke website kita dan membaca artikel kita. Mereka sekarang telah menjadi visitor/pengunjung website kita, dengan kata lain kita mendapatkan trafik.
  9. Dengan cara tertentu trafik itu bisa kita gunakan untuk mencapai tujuan tertentu.
    Katakanlah kita menjual pakan lele yang bisa dibeli secara online. Tujuan kita adalah visitor membeli pakan lele. Maka kita bisa menyelipkan iklan pakan lele di tengah artikel. Iklan bisa berupa banner atau teks, dengan link yang mengarah ke halaman produk pakan lele kita.

Dari contoh di atas kita lihat bahwa tujuan dan konten harus setema. Rasanya janggal kan jika kita promo tas kamera di konten tentang ternak lele, dan kemungkinan tasnya laku juga kecil.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *