Link Building dengan Teknik Guest Post

Guest post sejak lama menjadi teknik link building favorit saya. Tidak hanya mendapatkan backlink berkualitas, tapi ada beberapa manfaat lain yang saya peroleh.

Manfaatnya apa saja? Saya akan bahas nanti setelah menjelaskan apa itu guest posting, karena barangkali ada yang belum paham.

Apa Itu Guest Post?

Dari sudut pandang link building, guest post adalah usaha mendapatkan backlink, dengan cara menerbitkan konten di website lain, dimana di dalam konten ada link yang mengarah ke website kita.

Jika masih belum paham, saya berikan gambaran singkat bagaimana proses guest post.

Pertama, kita mencari website yang menerima guest post. Lalu kita mengontak website tersebut apakah mau menerbitkan konten kita. Jika mereka bersedia, tak lama konten kita akan diterbitkan di website mereka dan kita mendapatkan backlink.

Manfaat dan Kelebihan Guest Posting

Diantaranya:

Membangun Relasi

Dalam proses melakukan guest post kita akan berkomunikasi dengan banyak pemilik/pengelola website. Terkadang kita akan melakukan beberapa percakapan dengan mereka melalui email. Ke depannya bisa ada satu atau beberapa dari mereka yang menjadi teman kita.

Melatih Kemampuan Menulis

Kita memang bisa membeli artikel dari jasa penulis artikel untuk guest posting. Tapi sayangnya kebanyakan penulis kualitasnya rata-rata tidak layak untuk guest post. Sedangkan penulis yang benar-benar berkualitas tarifnya bisa mahal.

Saran saya sebaiknya menulis sendiri saja. Sekalian melatih skill menulis kita, kan? Saya yakin jika tulisanmu nanti berhasil dimuat di banyak situs, itu tandanya kualitas tulisanmu sudah meningkat jadi bagus.

Karena salah satu cara menguji (dan indikasi) apakah tulisan kita sudah cukup bagus adalah dengan mengirimkannya ke pihak lain untuk dimuat.

Lebih Luas Jangkauan Temanya Daripada PBN

Saya cuma sekali membuat PBN dan sudah mati semua blog-nya. Selanjutnya selama ini saya kadang mengamati dan sempat mengobrol dengan penyedia jasa PBN lokal.

Kebanyakan dari mereka menyediakan blog bertema general. Ketika klien menginginkan backlink untuk blog dengan niche tertentu, misal kuliner. Maka mereka akan memberi klien itu backlink dari artikel bertema kuliner yang terletak di kategori (blog) kuliner.

Jadi, susah mendapatkan powerful relevant backlink dari PBN karena niche mereka general. Sedangkan dengan guest posting tersedia banyak sekali blog dengan tema beragam. Saya pernah dalam satu SEO campaign mengumpulkan sekitar ribuan blog yang menerima guest post untuk niche kucing.

Lebih Murah Daripada PBN

Biaya membuat PBN satu blog-nya cukup mahal. Kita harus beli dan menyiapkan expired domain, hosting, beberapa artikel untuk kontennya, gambar, logo, dan theme.

Guest post jauh lebih murah. Apalagi jika menulis artikel sendiri.

Backlink Berkualitas

Backlink yang diperoleh dari guest posting adalah backlink kontekstual, berada di dalam artikel. Selain itu, kita bisa memilih hanya guest post di blog berkualitas.

Keren kan, guest posting itu? Simak lebih lanjut untuk tahu bagaimana cara melakukan guest posting.

Langkah-Langkah Melakukan Guest Post

Begini gambaran bagaimana saya melakukan guest post:

1. Mempersiapkan Spreadsheet

Biasanya saya menggunakan Google Spreadsheet dan membuat tabel dengan kolom seperti berikut: Status, Tanggal, URL, Guidelines, Backlinks, Target, Contact.

Ketika saya sudah mengirimkan artikel maka di kolom Status saya isikan: Artikel terkirim. Jika artikel sudah dikirim dan lama belum ada jawaban, saya kontak lagi bloggernya dan Status menjadi: Follow up. Jika guest post ditolak saya isi: Ditolak. Jika guest post diterima dan ditayangkan saya isi: Live.

Tanggal diisi kapan kita mengirim artikel, jika guest post sudah live tanggal diubah sesuai tanggal guest post kita ditayangkan.

URL saya isi homepage blog target, misal https://pambarep.com. Ini biasanya saya gunakan agar URL mudah di-copas untuk mengecek metric tertentu seperti DA, PA, DR, TF, dsb.

Guidelines diisi jika blog target mempunyai halaman panduan guest post, misal https://pambarep.com/syarat-guest-post. Backlinks diisi URL live guest post kita. Target diisi halaman website kita yang hendak dibangun bakclinks-nya dengan guest post. Contact biasanya saya isi alamat email.

Ribet? Kamu bisa menggunakan spreadsheet ala kamu sendiri. Tidak mencatat proses guest post-mu di spreadsheet juga tak apa, senyaman kamu saja.

Kalau saya memang suka memakai spreadsheet karena biar rapi, progress terpantau, dan mencegah double guest post.

2. Menentukan Halaman Target

Tentukan halaman mana saja dari website-mu yang akan menerima backlinks dari guest post-mu. Misal, saya menentukan: https://pambarep.com saya targetkan dapat 5 backlinks dari guest post, sedangkan https://pambarep.com/panduan-seo saya targetkan dapat 20 backlinks.

3. Mencari Blog dalam Jaringan Kita

Sekarang kita mulai mencari blog yang mau menerima gues post kita. Cara termudah adalah kontak teman dan keluarga yang mempunyai blog. Pilih blog yang serelevan mungkin temanya dengan tema blogmu.

4. Mencari Blog di Google

Kamu juga bisa mencari blog yang menerima guest post di Google. Lakukan pencarian menggunakan search operator tertentu, misalnya:

keyword inurl:kirim tulisan
keyword intitle:guest post

Tujuan pencarian di atas untuk menemukan blog yang mempunyai halaman yang menyatakan mereka menerima guest post. Tapi tidak semua blog yang menerima guest post mempunyai halaman seperti itu.

Maka kamu juga bisa mencari misalnya dengan keywords: blog wisata, blog kuliner, blog SEO, dll. Lalu kontak mereka barangkali mereka mau menerima guest post.

5. Memilah Blog

Kumpulkan hanya blog yang temanya serelevan mungkin dengan tema blogmu. Sebaiknya hindari blog gratisan seperti namablog.blogspot.com, hanya pilih blog dengan TLD (.com, .net, .web.id, dsb).

6. Menulis Artikel

Pilih satu blog, kunjungi dan lihat kira-kira konten apa yang disukai oleh pemilik blog itu. Lalu tulis artikel yang sekiranya tidak akan ditolak oleh blog tersebut. Ulangi untuk blog lainnya.

Tulislah artikel dengan ide dan isi sebagus mungkin. Jangan lupa ikuti syarat yang ditentukan oleh blog targetmu, cek halaman guideline-nya.

Cirinya artikel itu bagus adalah kamu sempat berpikir, “Kayanya sayang nih kalau tulisan ini dikirim buat blog lain, mending aku publish di blog sendiri aja”. Nah, artikel seperti itu biasanya jarang ditolak, segera kirimkan.

Selain artikel kamu juga bisa mengirimkan konten lain seperti video dan infografis. Namun selalu sertakan tulisan sepanjang minimal 300an kata untuk video dan infografismu. Gunanya adalah sebagai tempat memasang link, sehingga backlinks yang kamu dapat adalah backlink kontekstual (di dalam tulisan).

7. Mengontak Pemilik Blog

Setelah artikel jadi, kirimkan pada pemilik blog yang kamu incar. Kamu bisa mengirimkan 1 artikel atau lebih. Idealnya sih melalui email.

Contoh:

Salam,

Mas Jason, maaf apakah blog www.namablogjason.com masih menerima guest post? Kalau iya, ini saya ada 2 artikel yang mungkin salah satunya bisa dimuat di blog Mas Jason.

Artikel terlampir, silakan dicek. Saya lampirkan juga beberapa foto pendukung.

Saya juga siap merevisi tulisan saya jika diperlukan. Saya tunggu kabarnya ya, terima kasih banyak.

Kadang email kita akan cepat dijawab dan kadang lama baru dijawab. Saya suka menunggu seminggu hingga dua minggu sebelum mengirim email follow-up menanyakan apakah guest post saya diterima/ditolak.

Setelah itu saya tunggu lagi maksimal 2 mingguan. Lalu saya kirim email yang biasanya isinya menyatakan saya membatalkan guest post. Kemudian artikel itu saya gunakan untuk guest post di blog lain.

8. Setelah Guest Post Ditayangkan

Saat guest post ditayangkan biasanya saya dikabari lewat email. Saya balas email itu dengan ucapan terima kasih. Lalu saya kunjungi URL guest post itu dan di komentar saya ucapkan lagi terima kasih atas kesempatan guest post yang diberikan.

URL guest post saya share di akun media sosial saya. Saya juga berusaha membalas komentar orang lain di guest post. Kadang saya juga mengontak orang yang berkomentar di guest post saya, barangkali saya diperbolehkan guest di blog mereka.

Penutup

Jujur saja guest post itu melelahkan, menyita waktu, dan kadang bosan juga. Untuk menjaga kualitas guest post, ritmenya saya sesuaikan dengan mood dan kesibukan saya.

Jika sedang semangat, sedang senggang, saya bisa mengirim beberapa guest post seminggu. Jika malas, saya berusaha setidaknya sebulan ada 1-2 guest post yang saya kirimkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *