4 Tips Menjadi Blogger Sukses Tanpa Kehilangan Nurani

Saya bukan blogger yang sukses. Jadi sumber tulisan ini hanya sebagian kecil yang berasal dari pengalaman pribadi. Selebihnya dari mengamati blogger yang sukses dan yang tidak sukses.

Earning Besar Bukan Segalanya

Banyak blogger yang mengejar earning besar dengan menghalalkan berbagai cara. Mereka tak segan copas konten, main AGC, mengakali klik iklan, dan tipu-tipu lainnya.

Lalu saatnya gajian pamer screenshot earning. Bangga, seolah setumpuk uang itu benar-benar dari hasil kerja keras dia.

Memang sih uang yang banyak itu nikmat sekali. Bisa dipakai beli macam-macam, jalan-jalan, senang-senang.

Resikonya juga tak ada. Tuh blogger-nya baik-baik saja, sehat-sehat saja. Lalu apa masalahnya?

Begini, yang mereka lakukan jelas merugikan orang lain. Mungkin mereka tak merasakan telah melakukan kejahatan ya, karena mereka cuma duduk manis di depan komputer.

Berbeda dengan malam-malam mencongkel jendela rumah orang buat nyolong TV, uang, atau laptop. Terasa sekali berbuat jahatnya.

Tapi sebenarnya yang mereka lakukan ya sama saja. Meskipun sambil duduk manis tapi mereka juga mencuri dan menipu.

Tanya nurani kita yuk,”Earning-ku halal tidak ya?”

Semua bakal ada pertanggung jawabannya.

Hidup kita tidak hanya berhenti di dunia ini yang paling cuma sekitar 50-70 tahun. Masih ada alam barzakh yang bisa jadi kita huni selama ratusan sampai ribuan tahun. Lalu ada akhirat, di mana kita semua tidak bisa ngeles dari segala perbuatan kita.

Hindari Blog Gado-Gado

Yang saya maksud dengan blog gado-gado adalah blog dengan tema campur-campur tapi tidak punya ciri khas.

Punya niche itu jauh lebih baik.

Bisa dengan membidik tema tertentu. Misal SEO, affiliate marketing, kuliner, wisata, fitness, beladiri, panjat tebing, hiking.

Atau membidik tema yang lebih besar. Misal tema internet marketing yang berisi SEO, affiliate marketing, dan email marketing. Tema wisata yang berisi wisata dan kuliner. Tema olahraga laki-laki yang berisi fitness, beladiri, panjat tebing, dan hiking.

Tema campuran antara olahraga, kuliner, otomotif, dan seni misalnya, juga boleh. Asal punya ciri khas!

Ciri khas bisa diartikan kita ngeblog dengan sudut pandang tertentu. Misal blog kamu bercerita tentang kota kelahiranmu, yang isinya beragam dari kuliner hingga sejarah.

Atau dari sudut pandang kelucuan. Sehingga blognya berisi hal-hal lucu yang terjadi di dunia olahraga, kuliner, hingga seni.

Contoh situs gado-gado yang (sangat) sukses adalah Bored Panda. Temanya ada parenting, seni, fauna, isu sosial, sejarah, dll tapi dia punya ciri khas. Kontennya mengambil sudut pandang yang unik, emosional, dan lucu.

Jangan Suka Menawar Rejeki

Rejeki bukan hanya berbentuk uang atau harta. Jika kamu bertemu seseorang yang mau mengajarimu ilmu SEO, blogging, atau menulis artikel, itu juga rejeki.

Tapi sayangnya banyak yang menawar rejeki. Ada seorang yang ingin belajar SEO, lalu begitu dia diberitahu kurikulumnya, langsung dia tawar.

“Banyak juga ya, materinya. Ada nggak trik SEO yang singkat tapi hasilnya maksimal?”

Ya nggak ada lah. SEO itu kan ilmu yang mempunyai banyak rincian.

Orang seperti itu biasanya akan batal belajar. Kembali ke kegiatannya sehari-hari, ngeblog sambil berharap trafik organiknya suatu saat melonjak tinggi.

Berteman dengan Blogger Berprestasi

Kamu ingin jadi blogger yang tulisannya berkualitas? Yang trafik organik blognya tinggi? Yang ramai komentar di artikelnya? Yang artikelnya banyak yang viral? Yang… dll.

Maka bertemanlah dengan blogger yang berprestasi. Atau gabung dengan komunitas blogger yang memang pada serius ngeblog. Atau ikuti blog para blogger yang sukses, baca kontennya dan praktekkan ilmunya.

Lingkungan itu sangat berpengaruh. Kamu susah jadi blogger sukses jika masih gabung di komunitas yang isinya blogger tukang copas misalnya. Maka jangan heran jika kualitas tulisanmu tidak naik-naik.

Seperti belajar bahasa. Orang Indonesia yang tinggal bertahun-tahun di Amerika Serikat lama-lama akan lancar berbahasa Inggris. Orang Korea yang tinggal lama di Indonesia, tidak heran kalau dia bisa berbahasa Indonesia dengan baik.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *