SEO (search engine optimization) adalah usaha untuk mendapatkan trafik organik/gratis dari mesin pencari (Google, Bing, dll) ke sebuah website

Trafik yang dicari tentu trafik yang tepat, tertarget sesuai kebutuhan. Karena sebenarnya fungsi SEO bukan sekedar mendatangkan trafik.

Fungsi SEO

SEO banyak difungsikan sebagai sarana mendatangkan trafik, dimana trafik selanjutnya digunakan untuk mencapai tujuan sebuah website. Trafik bukanlah tujuan akhir. Ibaratnya trafik adalah jembatan untuk mencapai tujuan, tujuan itu misalnya:

  • Menjual produk.
  • Menjual jasa.
  • Kepopuleran.
  • Mendapat penghasilan dari iklan.

Jadi, meski trafiknya banyak tapi jika tujuannya tidak tercapai, bisa dikatakan SEO yang diterapkan gagal.

Bagaimana Cara Kerja SEO

SEO adalah sebuah strategi yang terdiri dari banyak taktik. Keseluruhan strategi perlu diterapkan atau hasilnya tidak akan maksimal.

Begini gambaran sederhana bagaimana SEO bekerja:

  1. Kita melakukan riset keywords hingga didapat keywords yang ideal, misalnya “cara ternak lele dumbo”.
  2. Lalu kita buat konten yang bagus tentang cara beternak lele dumbo. Kita menerapkan on-page SEO dan membangun backlinks berkualitas pada konten tersebut.
  3. Keywords “cara ternak lele dumbo” untuk artikel “cara beternak lele dumbo” akan naik rangkingnya hingga menempati halaman pertama hasil pencarian Google (atau mesin pencari lainnya).
  4. Orang-orang yang membutuhkan informasi tentang beternak lele dumbo melakukan pencarian di Google dengan keywords “cara ternak lele dumbo”.
  5. Mereka menemukan website kita di halaman pertama hasil pencarian Google. Mereka tertarik lalu mengklik url website kita.
  6. Mereka masuk ke website kita dan membaca artikel kita. Mereka sekarang telah menjadi visitor/pengunjung website kita, dengan kata lain kita mendapatkan trafik.
  7. Dengan cara tertentu trafik itu bisa kita gunakan untuk mencapai tujuan tertentu.
    Katakanlah kita menjual pakan lele yang bisa dibeli secara online. Tujuan kita adalah visitor membeli pakan lele. Maka kita bisa menyelipkan iklan pakan lele di tengah artikel. Iklan bisa berupa banner atau teks, dengan link yang mengarah ke halaman produk pakan lele kita.

Dari contoh di atas kita lihat bahwa tujuan dan konten harus nyambung, setema. Rasanya janggal kan jika kita promo tas kamera di konten tentang ternak lele, dan kemungkinan tasnya laku juga kecil sekali.