bagaimana klien menentukan harga sponsored post

Bagaimana Klien Menentukan Harga Sponsored Post?

Kamu telah bekerja keras untuk blogmu. Menulis artikel yang bagus, menerapkan SEO yang kadang melelahkan dan memusingkan, mempromosikan artikel-artikelmu.

Hingga blogmu akhirnya mempunyai trafik organik yang cukup memuaskan dan stabil. Maka wajar kan jika ada job sponsored post kamu menghendaki mendapatkan fee yang menyenangkan?

Tapi kenyataannya tidak demikian. Ada yang feenya 100 ribu dan tidak bisa dinego, ada juga yang bersedia membayar 500 ribu.

Kok bisa beda-beda? Padahal kamu inginnya dengan kualitas blogmu yang sekarang ini dibayar dengan jumlah yang menurutmu sepadan dengan value blogmu.

Saya juga mengalaminya. Ada klien yang membayar 50 ribu, 100 ribu, 250 ribu, 750 ribu, sampai lebih dari 1 juta.

Saya agak frustasi, kenapa tidak bisa semuanya bayar misalnya minimal 300 ribu? Kan mereka mendapatkan value yang sama dari blog saya.

Kemudian suatu hari saya iseng memikirkan hal ini. Bagaimana sih klien menentukan harga sponsored post?

Ternyata berikut adalah value yang didapat klien dari blog:

  • Dofollow backlink.
  • Relevansi niche blog dengan niche website klien.
  • Relevansi audiens blog dengan produk/jasa klien.

Ketika klien mendapatkan semua value di atas mereka akan bersedia membayar lebih. Tapi kalau value yang didapat cuma sebagian ya mereka susah dinego agar feenya dinaikkan.

Contoh saya pernah dikontak brand makanan kucing yang ingin sponsored post di blog saya yang bertema kucing Fanicat.com. Mereka tanya berapa fee yang saya minta?

750 ribu dan ditambah produk gratis, jawab saya.

Mereka langsung setuju. Transfer pembayaran dan pengiriman produk senilai beberapa ratus ribu mereka selesaikan sebelum artikel saya publish. Totalnya 1 juta lebih yang saya terima.

Kenapa mereka mau membayar sebesar itu pertama mereka mendapatkan dofollow backlink dari blog saya. Dan bukan sembarang backlink, tapi backlink yang sangat relevan. Website mereka menjual makanan kucing dan blog saya bertema kucing.

Kedua artikel review produk mereka dibaca oleh audiens yang juga relevan, yaitu para pecinta kucing. Sehingga kemungkinan terjadinya sales juga lebih besar.

Maka mereka merasa tidak sia-sia berpromosi di blog saya.

Contoh kedua adalah ketika website dengan niche karir sponsored post di blog kucing saya. Fee mereka 100 ribu dan tidak bisa naik.

Karena value yang mereka dapatkan hanya satu yaitu dofollow backlink, itupun dari blog yang tidak relevan dengan niche mereka. Audiens blog saya juga tidak relevan dengan niche mereka.

Sekarang coba kamu bayangkan, kamu mempunyai perusahaan yang memproduksi alat-alat peternakan. Kamu memilih sponsored post dimana, di blog bertema fashion atau blog bertema peternakan? Tentu di blog bertema peternakan meskipun harganya lebih mahal.

Tapi apakah selalu ideal seperti itu?

Tidak juga sih. Ada brand yang budget per blog sama rata misalnya 150 ribu per blog tidak peduli apapun nichenya, besar kecil trafik organiknya.

Sebaliknya saya pernah handle sponsored post website rental mobil. Dan mereka peduli dengan trafik blog, relevansi niche, dan relevansi artikel. Semakin relevan mereka bersedia membayar semakin mahal.

Jadi, sekarang jika ada job sponsored post masuk saya cek. Jika relevansinya tinggi dengan blog saya maka saya berani mengajukan harga agak lebih tinggi. Sambil saya berikan alasannya, yaitu value apa saja yang akan mereka dapatkan dari blog saya.

Ebook Blog to Profit Cover

Dapatkan ebook Blog to Profit

Belajar bagaimana mendapatkan trafik organik dan penghasilan secepat mungkin untuk blogger pemula.

Klik Disini

14 Comments

  1. Lagi-lagi info yang menarik. Langsung simpan ini. Makasih infonya.

  2. Nice info kak! Belum pernah sih nih karena masih newbie huhu thanks yaa kak sudah sharing

  3. Memang niche blog cukup menentukkan klien yang ingin bekerja sama, tapi kalau blog gado2 yang rating nya sudah cukup tinggi tidak menuntup kemungkinan dibayar mahal untuk konten yang kurang relate sama blog nya.

    1. Betul mas, kalau valuenya bagi klien besar mereka juga bersedia bayar mahal. Blog yang authority nya udah bagus banget apapun niche nya, backlink nya powerful.

  4. Dofollow backlink, relevansi niche blog, relevansi audiens blog berarti ketiga value diatas apabila terpenuhi kita gak perlu ragu ya buat harga sendiri walaupun harga tersebut diatas harga pasaran pada umumnya.

    Nice info mas

  5. nice info kak. lagi pengen ngembangin blog nih, sponsor post patut dicoba kayaknya.

  6. Jadi mengerti pentingnya niche sebuah blog. Value yang di dapat oleh perusahaan dengan niche yang cocok dengan apa yang dijual akan mendatangkan keuntungan, karena itu mereka mau bayar mahal. Siap… bagus sekali pengetahuan yang diberikan artikel ini

  7. Artikel yg menarik mas, menambah pengetahuan kita yg sedang membangun blog & termasuk relasi didalamnyaa..

    Terimakasih telah berbagi informasinya mas

  8. Dapet ilmu baru.. Asiiik .. Suka bingung si kak untuk menentukan rate per article nya.. Thanks kakk

  9. Info ya sangat menarik, tentunya buat para blogger yang ingin mengembangkan blognya, serta memperoleh cuan. Jadi,, waktu mau ngembangin blog.. Gak sembarangan tentuin niche.nya..

    Sudah di pertimbangkan tujuan blog yg di buat nantinya..

  10. Bener banget sih kita harus berani menetapkan harga dengan jaminan value yang kita tawarkan, sehingga situs kita terkesan awareness dan professional. Dengan begitu, klien akan berani membayar mahal sesuai tarif harga yang kita tetapkan. Intinya, kita yang harus bikin sistem di situs kita jangan mau mengikuti sistem dari klien.
    Analoginya gini, kenapa di pasar orang selalu nego bahkan harga murah kadang masih di nego. Sedangkan, di mall meskipun mahal orang nggak berani nego dan langsung bayar. Jawabannya, adalah sistem. Membuat sistem sendiri, atau mengikuti sistem.

    1. Nggak sesaklek itu juga sih mbak. Di mall orang nggak berani nego tapi mereka bisa membandingkan harga dari toko yang berbeda bahkan dari mall yang berbeda, mencari barang yang sesuai dengan budget mereka.

      Klien pun demikian, nggak selalu bisa ‘dipaksa’ nurut dengan harga yang kita mau. Karena budget mereka ada batasnya dan mereka punya database blog yang banyak. Value blog yang kita yakini pun belum tentu sejalan dengan klien.

  11. Sepakat, Mas. Klien pasti akan melihat value yang didapat apa saja. Setidaknya, memang harus tercipta simbiosis mutualisme antara blogger dan klien.

    So far, kalo saya juga bakal melihat effort dari konten yang saya hasilkan seberapa jauh. Tentu, saya juga berani menaruh rate tinggi untuk klien-klien dari instansi pemerintahan dan lembaga atau industri keuangan maupun otomotif dibanding klien yang berbasis UMKM.

  12. Jujur saya pernah kebingungan ditanyain minya rate card berapa, padahal saya sendiri belum pernah dapat job review sama sekali

Leave a Comment

Your email address will not be published.