buyer persona

Menulis Artikel Affiliate: Ideal Buyer Persona

Tujuan artikel affiliate, yang biasanya berbentuk review produk, adalah agar pembaca mau membeli produk yang ditawarkan di artikel. Pembaca yang ditargetkan bukan sembarang pembaca, tapi hanya orang-orang tertentu yang diperkirakan butuh pada produk tersebut.

Kalau artikel affiliate ditulis untuk semua orang, memang bisa menghasilkan sales tapi tidak maksimal. Beda jika ditulis hanya untuk target pasar yang spesifik, sales bisa lebih maksimal.

Karena itulah penting sekali mengidentifikasi dan membuat ideal buyer persona untuk masing-masing artikel. Karena masing-masing produk mempunyai buyer persona yang berbeda.

Saya mempunyai blog niche kucing yang merekomendasikan makanan kucing, snack kucing, kandang kucing, dan lainnya. Pembaca ideal blog saya tersebut adalah pemilik dan pecinta kucing.

Awalnya saya beranggapan bahwa apapun produk terkait kucing yang saya rekomendasikan buyer persona-nya sama. Ternyata tidak, meskipun semua produknya ditujukan untuk pecinta kucing, tapi kebutuhan masing-masing pecinta kucing bisa berbeda.

Pemilik kucing dewasa butuhnya makanan kucing untuk dewasa. Pemilik kucing yang masih kitten butuhnya makanan kucing untuk anak kucing.

Pemilik kucing berbulu panjang membutuhkan sisir khusus kucing. Sedangkan pemilik kucing tanpa bulu (hairless) seperti Sphynx dan Peterbald tidak membutuhkan sisir.

Apa Itu Buyer Persona?

Buyer persona ini berasal dari dunia bisnis. Yaitu profil fiktif seseorang yang mewakili ideal target customer. Kalau untuk artikel affiliate, buyer persona adalah profil fiktif seseorang yang kemungkinan besar akan membeli produk yang dipromosikan.

Setiap kali menulis artikel affiliate selalulah mulai dengan mengidentifikasi buyer persona untuk artikel tersebut. Agar kamu tahu untuk siapa kamu menulis artikel itu.

Sehingga lewat tulisanmu kamu akan mampu menunjukkan bahwa kamu memahami pembacamu, memperhatikan kebutuhan mereka. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan pembaca padamu. Ketika mereka sudah percaya mereka akan lebih mudah tertarik klik link afiliasimu dan membeli produknya.

Dengan demikian artikelmu menjadi lebih efektif, mampu mengubah lebih banyak pembaca menjadi pembeli. Pendapatan dari komisi afiliasimu pun jadi lebih maksimal.

Cara Membuat Buyer Persona

Caranya cukup mudah. Pikirkan paling cocok artikelmu itu untuk siapa sih? Untuk orang yang bagaimana?

Kamu bisa membangun profil buyer persona dengan menjawab pertanyaan berikut:

  • Apa jenis kelaminnya?
  • Berapa umurnya?
  • Apa pekerjaannya?
  • Apa masalah yang dimilikinya?
  • Berapa penghasilannya?
  • Bagaimana cara dia memutuskan untuk membeli sesuatu?
  • Dan lain-lain.

Pertanyaan di atas hanya contoh. Kuncinya adalah gunakan insting dan kreativitasmu untuk membuat daftar pertanyaan yang paling cocok untuk menggambarkan profil ideal buyer persona-mu, dan jawab pertanyaan-pertanyaan itu. Supaya bisa menghasilkan profil seseorang yang kemungkinan besar akan mau membeli produk yang dipromosikan.

Setelah mempunyai profil buyer persona, kamu bisa mulai menulis artikel yang ditujukan untuk buyer persona tersebut. Sehingga artikelmu dengan target pembacamu akan sangat cocok, sangat nyambung.

Artikelmu akan mampu membuat pembaca percaya padamu dan mengikuti rekomendasimu produk apa yang sebaiknya mereka beli. Imbasnya sales afiliasimu akan lebih besar.

Contoh Penggunaan Buyer Persona

Sebagai contoh katakanlah saya ingin menulis artikel afiliate yang mempromosikan makanan kucing untuk kucing senior (lansia, tua). Maka profil buyer persona yang ideal untuk artikel itu di pikiran saya adalah:

  • Siapakah mereka? Pemilik kucing yang sudah lama memelihara kucingnya.
  • Berapa usianya? Usia 25-45 tahun.
  • Berapa penghasilannya? Pekerja kelas menengah.
  • Apa yang berharga baginya? Sayang pada kucingnya, kucing dianggap bagian dari keluarga.
  • Bagaimana mereka mengambil keputusan? Rela mengeluarkan budget lebih untuk kesehatan kucingnya yang sudah tua.
  • Apa masalah mereka? Mencari makanan terbaik untuk kucing lansia.

Berdasarkan buyer persona di atas saya berusaha menulis artikel yang sesuai dengan ekspektasi dan karakter mereka.

Kucing yang setia menemanimu sekarang sudah tua usianya. Ketika kamu menyadari hal itu lalu memandangi kucing kesayanganmu, rasa harumu merebak kan?

Dia masih kucingmu yang dulu, yang setia, yang menyayangimu, yang menerimamu tanpa syarat rumit. Bedanya sekarang dia berkurang aktivitasnya, lebih banyak berbaring dan tidak lagi sejahil dulu.

Kamu tahu dia membutuhkanmu lebih dari waktu-waktu yang lalu. Kamu sekarang memperlakukannya lebih lembut, lebih memperhatikan kesehatannya termasuk asupan nutrisinya.

Kucing lansia membutuhkan makanan yang khusus sesuai usianya. Itulah yang diberikan dry food [nama brand] yang diformulasikan untuk kucing usia 7 tahun ke atas termasuk untuk kucing senior (lansia).

[nama brand] mempunyai nutrisi yang mudah dicerna dan memberi energi bagi kucing usia tua. Sehingga anabul kesayanganmu akan mampu menjalani harinya dengan lebih ceria dan bersemangat.

Kalau tidak mengidentifikasi buyer persona, tulisan di atas bisa berakhir hambar seperti ini:

Kucing merupakan binatang peliharaan yang digemari oleh masyarakat. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan menjadi daya tarik terbesar kucing.

Bagi Anda pecinta kucing yang memiliki kucing di rumah, penting untuk memberi makanan yang bernutrisi tinggi. Apalagi ketika kucing Anda sudah memasuki usia lansia maka membutuhkan makanan khusus.

Telah hadir makanan kucing [nama brand] yang diformulasikan untuk kucing usia lansia. Makanan ini mempunyai aroma lezat dan nutrisinya bagus sekali untuk kucing yang sudah tua.

Buyer persona tidak hanya diterapkan pada artikel baru tapi bisa juga diaplikasikan pada artikel lama. Pilih saja salah satu artikel affiliate-mu yang lama, tentukan buyer persona-nya lalu cobalah untuk mengedit atau menulis ulang artikel tersebut yang ditujukan untuk buyer persona.

Image: Rudy and Peter Skitterians, Pixabay

Ebook Blog to Profit Cover

Dapatkan ebook Blog to Profit

Belajar bagaimana mendapatkan trafik organik dan penghasilan secepat mungkin untuk blogger pemula.

Klik Disini

16 Comments

  1. Tulisan yang sangat menginspirasi. Numpang curhat ya Kak, hingga saat ini affiliate saya masih belum menghasilkan angka signifikan nih, sedih juga

    1. Basic nya setiap artikel idealnya diriset keyword nya mbak. Biar artikelnya berpotensi dapat artikel organik. Kalau keyword dari sebuah artikel bisa page one insya Allah trafiknya bagus dan sales affiliate nya juga akan mengikuti.

  2. Konsepnya menarik nih kak. Bisa dicoba. Berarti affliate ideal persona ini memang harus fokus satu hal ya kak? Misal dia suka kucing, berarti affiliatenya pilih tentang kucing. Ataukah bisa gado-gado tergantung dari affiliate produk apa?

    1. Tiap artikel/produk saya buat buyer persona nya mbak. Beda produk bisa beda buyer persona. Kalau untuk milih produk apa yang dipromosikan, sesuai niche blog aja. Blog beauty maka produknya milih skincare, make up, dsb.

  3. Jadi buyer persona ini tidak harus review produk (pakai produknya sendiri)? Or bagaimana?

    1. Buyer persona = target market. Profil pembaca yang sekiranya bakal butuh dan beli produknya.

  4. Artikel affiliate seperti ini berarti harus di blog yang punya niche spesifik ya mas? Kalau di niche lifestyle, kira kira artikel affliliate seperti apa ya yang cocok? Terima kasih

    1. Gak harus niche spesifik. Niche lifestyle yang cocok promosiin produk/jasa sesuai apa yang sering dibahas di blog. Misalnya sering bahas beauty, travel, parenting, buku. Maka bisa bikin artikel affiliate yang promosiin skincare untuk wajah jerawatan, kamera 1 jutaan untuk traveling, baby monitor dengan kamera/video, rekomendasi boardbook untuk belajar berhitung.

  5. mas, terima kasih sudut pandangnya tentang buyer persona ini. juga insightnya mengenai affiliate yang saya belum terlalu paham awalnya. keep it up

  6. Terima kasih informasinya. Ijin bertanya mas, berarti utk blog gado-gado nggak masalah ya menerapkan strategi ini. Yang penting targetnya jelas, atau bagaimana mas?

    1. Gak masalah mas. Promosiin produk yang relevan atau nyambung dengan tema yang biasa dibahas di blog.

  7. Wah makasih banyak masukannya. Jadi ada ilmu baru setelah baca ini. Kebetulan banget aku jg dapet job nulis. Tp bingung mau nulis apa lagi dan apakah caraku menulis udah benar saat review itu barang.

    Eh dapet pencerahan dari sini 😁😁😁

  8. Saya ikut affiliasi, tapi belum pernah bikin artikel affiliate. Apa karena ini fajtornya saya belum pernah dapat konversi, walaupun klik dan impresinya tinggi..
    Semoga setelah membaca artikel ini,jadi semangat dan berani bikin artikel untuk affiliate

    1. Bikin mas, pemasukannya lumayan bisa nutup biaya hosting domain dan ada sisanya.

  9. Makasih sharingnya mas Pur. Untuk Niche parenting boleh dong saran masukannya terkait artikel affiliate…

    1. Banyak mas produk yang bisa dipromosikan. Buku, susu, baju bayi/anak, tempat tidur bayi, baby monitor, stroller bayi, mainan, dll. Cek di marketplace produk apa yang banyak dijual terkait bayi, ibu, balita, anak.

Leave a Comment

Your email address will not be published.