Cara Membuat Ebook Dari Menulis Hingga Menjualnya

Menjual ebook sendiri adalah salah satu cara monetasi yang banyak dilakukan oleh blogger Indonesia maupun luar negeri. Kamu mungkin ingin juga memonetasi blogmu dengan berjualan ebook, tapi masih bingung bagaimana cara membuat ebook dan bagaimana menjualnya.

Saya pernah menulis dan menerbitkan beberapa buku juga membuat serta menjual beberapa ebook. Sebagian berhasil dan sebagian gagal. Di artikel ini saya berbagi pengalaman dan pengetahuan saya bagaimana cara membuat ebook dan menjualnya.

Kenapa Saya Menulis Ebook

Ada dua alasan saya menulis ebook yaitu alasan untuk diri sendiri dan alasan untuk orang lain. Saya ingin memiliki aset berupa produk digital yang bisa dijual berkali-kali untuk jangka panjang. Saya juga ingin ebook saya bermanfaat bagi orang lain, seandainya hanya ada satu orang saja yang hidupnya berubah jadi lebih baik karena ebook saya, saya senang sekali.

Ketika kamu ingin membuat ebook pikirkan mengapa ebook itu penting untukmu. Mungkin untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk menafkahi diri sendiri dan keluarga, meningkatkan bisnismu, meningkatkan kredibilitasmu, amal jariyah, atau untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini sering ditanyakan orang padamu.

Pikirkan juga mengapa ebook yang akan kamu buat penting untuk orang lain. Mungkin kamu ingin orang lain terpecahkan masalahnya dengan membaca ebook-mu, atau orang terhibur setelah membacanya.

Menentukan tujuan untuk diri sendiri dan orang lain sebelum mulai menulis ebook, saya rasakan cukup memotivasi diri saya untuk disiplin menulis ebook.

Halangan Dari Diri Sendiri

Hati-hati, sebelum mulai menulis bisa ada halangan yang berasal dari dirimu sendiri. Seperti yang juga saya alami sehingga saya menunda terus untuk menulis.

Tidak Punya Waktu Untuk Menulis

Kamu mungkin berpikir tidak punya waktu untuk menulis dan ingin menundanya bulan depan, atau tahun depan yang semoga di saat itu kamu punya lebih banyak waktu luang. Bahayanya, penundaan itu bisa terus berlanjut dan bisa jadi kamu tidak akan pernah menulis ebook.

Waktu untuk menulis itu tidak datang dengan sendirinya, kamu tidak bisa berharap secara ajaib suatu saat punya waktu luang untuk menulis. Waktu untuk menulis harus kamu usahakan, sisihkan sebagian waktumu setiap hari untuk menulis, harus dipaksakan.

Seperti ketika kamu sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan tiba-tiba di Netflix tayang film yang bagus. Kamu yang sebenarnya tidak punya waktu luang menyisihkan waktu untuk menonton. Mungkin dengan tambahan alasan istirahat sejenak dari pekerjaan.

Ternyata kamu ada waktu untuk menonton film. Waktu untuk menulis pun seharusnya ada juga, tinggal disisihkan dan disesuaikan dengan kondisimu.

Saya sering meluangkan waktu sehabis Subuh untuk menulis. Raditya Dika mempunyai jadwal menulis jam 11 malam sampai jam 1 pagi. Mungkin ada juga yang menggunakan libur weekend khusus untuk menulis.

Tidak Percaya Diri

Ini saya alami saat mau menulis ebook Blog to Profit. Meski saya sudah sering menulis saya tetap tidak percaya diri. Karena sadar saya bukan pakar blogging, di luar sana banyak blogger yang lebih pintar dari saya, penghasilannya lebih besar dari saya, dan metode blogging-nya lebih bagus dari saya.

Namun jika saya terus membandingkan diri saya dengan orang lain saya tidak akan pernah punya karya. Karena tetap akan ada orang-orang yang lebih hebat dari saya.

Akhirnya saya menulis ebook Blog to Profit, dengan pemikiran bahwa saya punya pengetahuan dan pengalaman blogging yang tidak dimiliki oleh sebagian blogger lain. Pengetahuan dan pengalaman tersebut adalah sesuatu yang berharga untuk dibagikan. Setidaknya berharga untuk sebagian blogger terutama blogger pemula.

Takut Gagal

Saya juga sempat takut gagal. Kalau nanti ebook saya tidak disukai dan tidak laku bagaimana? Menulis ebook pun butuh keberanian dan untuk meningkatkan keberanian saya berusaha menjawab ketakutan saya pada kegagalan.

Kalaupun ebook saya tidak disukai dan dikritik, yang tidak disukai dan dikritik adalah ebook saya bukan diri pribadi saya. Jadi saya tak perlu memasukkannya ke dalam hati dan menjadikannya urusan pribadi.

Kalau saya tahu ada blogger yang tidak suka dan mengritik ebook saya, itu malah bagus. Artinya saya mendapatkan feedback dari pembaca yang berharga, sehingga ke depan saya bisa merevisi ebook saya agar jadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Kalaupun ebook saya tidak laku tidak masalah, karena saya sudah punya aset produk digital yang bisa dijual berkali-kali untuk jangka panjang. Kemudian bertahap saya bisa berusaha mengenali pasar dan belajar menjualnya dengan lebih baik.

Mencari Ide Ebook

Kalau kamu sudah punya ide kamu bisa langsung mulai menulis, tapi ide tersebut harus jelas. Ebook Blog to Profit saya mulai dengan ide yang saya biarkan berkembang dan tersusun di kepala saya beberapa lama. Setelah ide itu tampak jelas dan utuh saya mulai menuangkannya menjadi tulisan.

Kalau kamu mempunyai banyak ide kamu harus memilih satu ide untuk dijadikan ebook, jangan menulis lebih dari satu ebook bersamaan karena akan menyulitkan. Pilih salah satu ide yang mungkin paling menyenangkan bagimu, atau ide yang proses penulisannya kamu perkirakan paling cepat sehingga ebook akan cepat selesai.

Kalau kamu tidak punya ide kamu harus mencarinya. Bisa dari pekerjaanmu, keahlian apa yang kamu miliki yang dibayar orang yang membutuhkannya. Atau dari passion, hal apa yang sering kamu bicarakan yang kamu antusias membahasnya berjam-jam.

Apakah kamu punya pengalaman dan pengetahuan yang lebih dari orang lain dan dibutuhkan orang? Apakah orang sering minta saran padamu untuk masalah tertentu? Pertanyaan apa yang sering ditanyakan padamu oleh klien-klienmu?

Ide bisa digali dan ditemukan, masing-masing dari kita memiliki sesuatu yang berharga untuk dibagikan. Ketika saya menulis ebook Blog to Profit, saya memikirkan, “Kalau beberapa tahun lalu ada yang mengajariku materi ini, tentu insya Allah proses ngeblogku akan lebih mudah dan cepat.”

Tentukan juga target pembacamu siapa. Biasanya dari ide kamu sudah tahu siapa target pembacamu. Menyadari siapa orang yang akan membaca ebook-mu akan memudahkan untuk menentukan gaya penulisan yang sesuai.

Membuat Kerangka Ebook

Sesudah mendapatkan ide ebook Blog to Profit, saya menuangkannya menjadi kerangka ebook. Saya membuat kerangka bab dan sub bab. Jadi tahapan cara menulis ebook tidak langsung menulis menuangkan ide namun membuat kerangka ebook-nya dulu.

Kerangka ini sangat memudahkan saya untuk menulis, berfungsi seperti peta yang memandu saya sepanjang proses penulisan. Sekaligus menuangkan ide dari kepala, sehingga saya tidak lagi berkutat dengan ide dan siap menulis.

Kalau idemu masih berantakan dan kesulitan menjadikannya kerangka, tuangkan dulu ide tersebut. Bisa dalam bentuk list, mind map, atau lainnya. Kemudian dari situ kamu bisa memilahnya dan menjadikannya kerangka.

Kerangka ini tida kaku. Artinya nanti saat proses penulisan bisa berubah. Itu yang saya alami, saat mulai menulis saya menemukan kerangka saya kurang bagus lalu saya perbaiki.

Setiap bab dan sub bab dalam kerangka bisa kamu beri sedikit deskripsi. Ini akan lebih memudahkan proses penulisan nantinya.

Menulis Draft Ebook

Setelah kerangka selesai kini saatnya kamu menulis, namun di tahap ini yang kamu tulis adalah draft. Tujuan kamu adalah menulis sebuah ebook sampai selesai namun isinya masih perlu perbaikan.

Kenapa menulis draft dulu karena agar ebook lebih cepat selesai. Segala kekurangan baik isi maupun penulisan bisa diperbaiki nanti di tahap pengeditan.

Cepat atau lama selesainya penulisan draft ini sangat tergantung pada kedisiplinanmu. Tentukanlah deadline sendiri, lalu berkomitmen untuk mematuhi deadline tersebut.

Fokus pada menulis draft, jangan menulis sambil mengedit, nanti ada waktunya sendiri untuk mengedit. Jangan pula memikirkan bagaimana nanti marketing ebook, judul yang menarik apa, dll. Tepis segala distraksi, fokus pada draft, yang lain-lain bisa menunggu.

Sering saat bekerja saya mendapatkan ide-ide baru. Ini juga distraksi, sikapi dengan mencatat ide yang datang lalu tinggalkan dan fokus kembali pada menulis ebook.

Sewaktu menulis draft Blog to Profit, saya menulisnya membayangkan seperti sedang ngobrol dengan pembaca. Ngobrol dengan blogger yang masih pemula. Ternyata ini memperlancar penulisan.

Ebook saya selain tulisan juga membutuhkan gambar. Maka saya membuat dua folder terpisah yaitu Blogging Manual Assets untuk file gambar, dan Blogging Manual Content untuk file tulisan.

susunan folder

Karena babnya cukup banyak, agar tidak terasa terlalu berat, juga memudahkan fokus dan scroll halaman-halaman saat menulis, saya membagi tiap bab pada dokumen tersendiri.

per bab dipecah

Dengan begitu saya bisa lebih fokus menulis pada satu bab lalu setelah selesai beralih pada bab lainnya. Saya mengerjakannya berurutan dari bab yang paling awal, namun saat jenuh kadang saya mengerjakan bab lain dulu yang lebih menyenangkan.

Hal itu lebih baik daripada saat jenuh lalu seharian tidak menulis sama sekali. Ini berbahaya karena sekali kamu libur menulis ebook bisa tergoda untuk libur di hari berikutnya dan berikutnya lagi.

Begitu semua bab selesai ditulis saya menyatukannya dalam satu file draft.

Mengedit Draft Ebook

Proses mengedit draft sebaiknya jangan lama-lama, harus ada deadline. Agar kamu tidak terjebak pada proses mengedit terus-menerus sehingga ebook-mu tidak kunjung selesai.

Ebook kita bukanlah sesuatu yang sempurna dan tidak akan pernah sempurna. Akan selalu ada kekurangan di sana-sini yang perlu diperbaiki. Pengeditan tidak akan pernah selesai kecuali kamu sendiri pada satu titik memilih untuk selesai.

Saya membagi pengeditan menjadi dua yaitu mengedit isi dan mengedit tulisan. Isi adalah apa yang kamu utarakan dalam ebook. Sedangkan tulisan adalah bagaimana kamu mengutarakannya.

Saya lebih suka mendahulukan mengedit isi. Saya cek apakah apakah teknik-teknik blogging yang saya bagikan di ebook sudah lengkap, ataukah ada langkah-langkah yang belum saya tuliskan. Apakah gambar pendukung sudah benar, apakah perlu gambar tambahan, dsb.

Saat mengedit tulisannya saya baca ebook saya dan saya rasakan apakah penyampaian saya mudah dimengerti. Apakah ada typo, apakah ada kata atau kalimat yang harus diperbaiki, dsb. Proses editing ini kalau kamu ada budget, bisa menyewa jasa editor profesional.

Menentukan Judul Ebook

Saya tidak pandai membuat judul artikel maupun buku/ebook. Patokan saya judul harus jelas pesannya, mampu menyampaikan tentang isi ebook. Tanyakan pada dirimu ebook-mu membahas apa dan siapa pembaca idealnya, dari situ kamu bisa menentukan judul ebook.

Kamu juga menambahkan sub judul untuk lebih memperjelas pesan dari judul. Seperti yang saya lakukan pada ebook saya, Blog to Profit – Mendapatkan Trafik Organik dan Penghasilan Secepat Mungkin Untuk Blogger Pemula.

Membuat Cover dan Layout

Desain cover dan layout (tata letak) ebook bisa kamu percayakan pada jasa profesional. Tapi kalau tidak ada budget kamu bisa membuatnya sendiri seperti saya. Dalam prosesnya kamu bisa mencari inspirasi dari ebook dan buku yang sudah ada.

Ebook Blog to Profit saya desain menggunakan Microsoft Word. Pemilihan font untuk isi ebook sangat penting, pilihlah font yang enak dilihat, enak dibaca, atur juga spacing dan line spacing pada paragraf agar tulisan nyaman dibaca. Ebook saya menggunakan font Roboto untuk judul bab dan sub bab, serta Georgia untuk isi.

Untuk cover juga saya desain di Microsoft Word, saya hanya sedikit bermain font, warna, screenshot Google Analytics dan ilustrasi. Kebetulan saya pernah beli template Instagram di Etsy yang ada gambar-gambar kucing lucu, saya gunakan gambar itu untuk mempermanis cover dan isi ebook.

Saya juga menggunakan fitur heading, penomoran halaman dan daftar isi dari Microsoft Word. Ebook saya formatnya PDF, awalnya saya print jadi PDF tapi ternyata link daftar isi dan link lain di dalam ebook tidak bisa diklik. Solusinya adalah dengan Save As, lalu Save as type pilih PDF, lalu save dan link di PDF bisa diklik.

Menjual Ebook

Ebook-mu sudah jadi lengkap dengan cover, kata pengantar, halaman ucapan terima kasih, dll. Sekarang saatnya menjualnya.

Marketing ebook-mu seharusnya sudah kamu lakukan sejak kamu mulai akan menulis ebook. Ini hal yang tidak saya lakukan dan saya menyesalinya.

Kamu bisa posting di media sosialmu dimana target pembacamu banyak berada proses pembuatan ebook-mu. Mulai dari deklarasi niatmu, mencari ide, kabar bahwa 1 bab sudah selesai hingga ebook launching semua kamu posting.

Saya juga membuat halaman tersendiri di blog untuk menjual ebook. Yaitu di homepage https://pambarep.com yang masih manual, jika kamu klik tombol beli kamu akan dibawa ke halaman yang berisi instruksi singkat cara membeli ebook saya.

Saya juga menjual ebook saya di marketplace Indimart. Ada potongan biaya tapi kecil dan kelebihannya Indimart mempunyai program afiliasi sehingga kamu bisa menawari orang untuk ikut menjualkan ebook-mu.

Cara lain yang saya lakukan adalah dengan menawarkan langsung ke perorangan melalui email dan Whatsapp. Harus hati-hati dan memegang prinsip bahwa marketing harus dilakukan bukan dengan cara menganggu orang, tapi dengan cara memecahkan masalah mereka. Jadi saya menawarkan ebook pada mereka yang sekiranya butuh seperti blogger, pemilik media online, dsb.

Alhamdulillah ebook saya laku lumayan, bisa buat tambahan makan sehari-hari. Salah satu pembelinya adalah pemilik sebuah media online yang cukup terkenal. Meski begitu saya masih harus banyak belajar bagaimana cara menjual ebook agar laris.

Cara Menghindari Pembajakan Ebook

Menurut saya kamu tidak bisa 100% menghindari pembajakan ebook-mu, misalnya ada yang beli lalu disebarkan. Cara saya mengurangi kemungkinan pembajakan sederhana.

Pertama saya berniat untuk meng-upgrade isi ebook di kemudian hari, dan hanya yang beli saja yang akan mendapatkan ebook versi terbaru. Kedua di ebook ada halaman khusus ucapan terima kasih untuk pembeli, setiap ada yang beli langsung di saya namanya saya ganti.

ucapan terima kasih di ebook

Kalau kamu ingin membeli ebook saya Blog to Profit bisa klik link ini. Kalau ingin mendapatkannya tanpa membeli kita bisa barter, kontak saya di alittlewhite2008 @ gmail.com atau Whatsapp 089524976794, nanti ditukar dengan kamu menulis review ebook saya di blogmu dan menyertakan 1 dofollow link ke homepage blog saya.

Gambar: English, Pixabay

Leave a Comment

Your email address will not be published.