Sebelum mulai belajar meriset keyword, saya mau memberitahu kalau kita butuh tool. Banyak tool untuk riset keyword, yang gratis ada yang berbayar pun ada. Tapi seharusnya memakai tool berbayar.

Karena riset keyword itu penting sekali, ia adalah pondasinya SEO. Jika salah memilih keyword yang tepat maka optimasi-optimasi yang akan kita lakukan selanjutnya bisa percuma.

Tool berbayar lebih unggul daripada yang gratis. Ada SEMrush.com, Ahrefs.com, KWFinder.com, dan LongTailPro.com. Saya sendiri memakai Ahrefs dan di materi ini juga menggunakan Ahrefs untuk meriset keyword.

Ahrefs kan mahal? Iya, tapi kamu bisa beli trial 7 harinya seharga $7.

Tapi tidak punya Paypal atau kartu kredit buat beli? Bisa memakai jasa orang untuk membuatkan akun trial, harganya sekitar $10, saya biasa beli di beberapa penyedia jasa, kontak saya nanti saya kasih tahu belinya dimana.

Kalau kamu lebih suka SEMRush atau tool berbayar lainnya tak masalah, prinsip kerjanya sama saja kok. Tapi kalau kamu betul-betul tidak bisa punya akses ke tool berbayar, alternatifnya kamu bisa mencoba tool gratisan seperti Ubbersuggest dan KWFinder yang trial 10 hari.

Ok, kamu siapkan tool pilihanmu, lalu kita akan mulai meriset keyword.

Praktek Riset Keyword

Tujuan riset keyword adalah menemukan banyak keyword dengan volume tinggi, sesuai dengan niche website kita, dan kompetisinya mudah. Kemudian keyword yang ditemukan dikelompokkan berdasarkan intent-nya, lalu dipilih 1 keyword utama dan beberapa keyword sekunder.

Mungkin agak susah dipahami? Tak apa, nanti jika sudah dipraktekkan akan mudah dipahami.

Saya ingin menulis tentang Sondokoro, pabrik gula aktif di Kabupaten Karanganyar yang kini menjadi obyek wisata. Saya pun mulai meriset keyword untuk tulisan Sondokoro.

1. Menentukan Seed Keyword

Sesuai namanya, seed (benih) keyword adalah kata-kata yang dimasukkan ke dalam keyword tool, lalu berdasarkan kata-kata itu keyword tool akan memberikan ide-ide keyword yang banyak.

Untuk mendapatkan seed keyword, saya bertanya pada diri sendiri, “Apa sih yang kira-kira diketikkan orang di Google jika mereka mencari informasi tentang Sondokoro?”

Pertanyaan itu saya jawab sendiri pula, “Mungkin mereka pakai kata ‘sondokoro’ dan ‘wisata sondokoro’.”

Jadi seed keyword saya adalah:

sondokoro
wisata sondokoro

2. Mendapatkan Keyword Ideas

Login ke Ahrefs lalu klik menu Keyword explorer. Klik Google dan pilih Indonesia pada Select country. Masukkan seed keyword. Klik ikon kaca pembesar.

ahrefs keyword explorer

Kita akan dibawa ke halaman Overview yang menampilkan data 2 keyword yang saya masukkan tadi. Tapi saya ingin mendapatkan lebih banyak keyword yang relevan dengan tema Sondokoro. Jadi saya klik menu Phrase match.

Hasilnya Ahrefs memberikan 67 keyword yang kira-kira relevan dengan Sondokoro seperti di bawah ini:

ide keyword

3. Memilih dan Mengelompokkan Keyword

Keyword saya masukkan ke spreadsheet lalu saya hapus yang cuma mengandung 1 kata. Yang mengandung kata Solo dan Sragen yang kurang relevan juga saya hapus karena Sondokoro letaknya di Karanganyar.

Kemudian keyword yang mengandung tahun (2018, 2019) saya hapus juga. Yang mengandung kata agrotourism saya hapus juga, karena saya mau fokus ke kata agrowisata saja. Terakhir keyword yang tidak mempunyai search volume saya hapus.

Hasilnya tersisa 19 keyword yang intent-nya sama seperti di bawah ini.

memilih keyword

Lalu saya pilih keyword “agrowisata sondokoro” sebagai keyword utama karena mempunyai volume paling besar. Sisanya menjadi keyword sekunder.

memilih keyword utama

Saya juga membuat tutorial riset keyword yang versi video agar lebih mudah lagi dipahami.

Mengapa Harus Banyak Keyword?

Mengapa kok harus meriset banyak keyword untuk 1 artikel, kenapa tidak 1 keyword saja?

Karena saya ingin membuat sebuah artikel yang bisa rangking untuk banyak keyword. Semua keyword di atas mempunyai intent yang sama: seputar wisata Sondokoro.

Artikel yang saya buat nanti saya rencanakan akan terindeks tidak hanya untuk 1 keyword, tapi beberapa bahkan bisa banyak keyword. Biasanya yang rangkingnya bagus lebih dahulu adalah keyword dengan kompetisi rendah (long tail), lalu keyword utama akan menyusul beberapa lama kemudian.

Detil bagaimana cara agar 1 artikel bisa rangking untuk banyak keyword akan dibahas di materi tentang konten. Setelah ini kita akan mencari tahu dulu apakah keyword pilihan saya itu benar-benar pilihan yang tepat, maka saya akan menganalisa kompetisinya di materi berikutnya.

No HTML was returned.