Dapat Ribuan Dolar Bermodal Kursus SEO Gratisan

Klien saya yang dari Panama suatu hari bertanya, “Kamu sebulan untuk biaya hidup dan sebagainya butuh berapa?” Saya pun menyebut beberapa ratus USD.

Tak disangka dia melanjutkan, “Kamu mau nggak selain mengurus website perusahaanku juga mengurus SEOnya. Nanti tiap dua minggu kubayar sehingga per bulannya sejumlah yang kamu sebutkan tadi.”

Awalnya saya tidak bersedia karena saya tidak bisa SEO. Tapi dia bilang tidak masalah, saya bisa sambil belajar SEO sekalian diterapkan pada websitenya.

Ok, deal.

Sayangnya waktu itu pengetahuan SEO saya minim sekali. Saya tidak bisa meriset keyword dengan baik, tidak tahu on page SEO itu bagaimana, tidak tahu cara membangun backlink.

Saya pun belajar comot sana-sini tak terarah. Selama beberapa bulan saya berusaha mengoptimasi keyword dan on page website klien tanpa benar-benar tahu yang saya lakukan itu apa dan mengapa. Rendah sekali kualitas kerja SEO saya waktu itu.

Untuk link building saya membuat banyak akun web 2.0 di Blogspot, WordPress.com, Squidoo, Soup.io, Tumblr, dan lainnya. Masing-masing saya isi sekitar 3 artikel hasil terjemah dan copas sana-sini yang tidak karuan.

Rangking keyword dan trafik organik website klien saya sama sekali tidak ada kenaikan. Bahkan backlink web 2.0 yang saya bangun dihapus habis oleh platformnya.

Saya dipecat.

Sejak itu saya bersikeras ingin belajar SEO yang disebut orang dengan white hat SEO. Karena menurut saya waktu itu, white hat adalah metode yang paling Google friendly dan bisa diterima oleh perusahaan-perusahaan. Sebab saya memang ingin berjualan jasa SEO terutama untuk perusahaan.

Saya pun lebih serius belajar dari berbagai blog yang membahas SEO. Namun karena yang saya dapatkan adalah teknik dan tips yang terserak sana-sini, saya tidak mendapatkan gambaran yang utuh pekerjaan-pekerjaan SEO itu apa saja.

Alhamdulillah tidak lama kemudian di tahun 2017 saya membeli ebook kindle berjudul 3 Months to No.1: The “No-Nonsense” SEO Playbook for Getting Your Website Found on Google, karya Will Coombe.
Dari buku itu saya mendapatkan gambaran yang cukup utuh tentang SEO. Sehingga saya bisa membuat sendiri strategi SEO sederhana untuk sebuah website.

Tapi ada yang kurang, pembahasan link buildingnya tidak cukup mendalam. Padahal backlink adalah faktor yang sangat penting dalam SEO. Sehingga saya mencari lagi apa saja teknik white hat link building dan bagaimana cara melakukannya.

Alhamdulillah lagi saya menemukan online course White Hat Link Building milik Ryan Stewart. Tapi harganya mahal $999. Agak-agak putus asa saya pun hanya mendaftar versi trialnya yang gratis.

Ternyata yang gratis ini mengajarkan bagaimana cara membuat sistem dan tim link building yang baik. Yang terdiri dari project manager, outreach manager, link prospector, writer, dan graphic designer.

Project manager adalah pimpinan dan pemegang keputusan tertinggi. Link prospector bertugas mencari website dan blog yang berpotensi dipasangi backlink. Data dari link prospector diserahkan pada outreach manager yang bertugas mengontak dan bernegosiasi dengan website dan blog tersebut.

Writer tugasnya menulis artikel sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh outreach manager, biasanya untuk guest post. Sedangkan graphic designer di tim saya peran utamanya adalah untuk membuat infografis sebagai alat untuk membangun backlink.

Di kursus tersebut, di modul lain yang juga digratiskan diajarkan bagaimana menjadi link prospector. Dan itu saya pelajari betul-betul. Sedangkan teknik-teknik link building seperti broken link building, infographic, guest post, scholarship, dan lainnya terpaksa saya tidak bisa mempelajarinya.

Lagi-lagi alhamdulillah waktu itu ada blogger Kanada yang membutuhkan link prospector, saya pun mendaftar dan mengatakan kalau saya belajarnya dari kursus link building Ryan Stewart. Dia bilang, “Awesome, saya juga belajar dari dia, jadi kita bisa nyambung nih. Ya udah, kamu gabung ya jadi tim link building saya.”

Saya dibayar total sekitar 6000 USD, dengan rincian dibayar per minggu, sebulannya saya bisa menerima sampai 7 juta. Sedangkan bayaran outreach manager lebih tinggi sekitar $8000.

Selain uang saya mendapatkan manfaat lain, menyaksikan langsung dan mempelajari implementasi teknik-teknik link building yang sebelumnya tidak bisa saya pelajari di online course yang mahal tadi. Bahkan saya juga belajar mendapatkan uang dari blog terutama dari affiliate marketing. Karena blog klien saya dimonetasi utamanya dengan affiliate marketing.

Kira-kira setelah project klien Kanada selesai si outreach manager yang dari India ternyata punya proyek link building untuk kliennya sendiri. Saya ditarik bekerja sebagai link prospector untuknya.

Kemudian berlanjut saya menjadi link builder untuk blog lain yang juga milik orang Kanada. Dimana saya sekaligus menjadi outreach manager dan link prospector. Lalu klien saya bertambah dengan website toko online yang menjual kain dari USA, blog salah satu mall di Dubai, dan lainnya sudah banyak yang saya lupa.

Klien Indonesia juga ada. Terakhir klien SEO Indonesia saya adalah sebuah media online nasional dan bayarannya menyenangkan 80 ribu rupiah per jam.

Ketika menangani SEO klien, kesempatan belajar juga makin terbuka. Selain dihadapkan pada masalah-masalah SEO yang harus saya pecahkan, klien-klien saya juga memberi akses ke online course tentang SEO yang mereka beli. Salah satunya saya pernah diberi akses ke online course yang harganya $5000.

Mereka juga memberi akses ke tool, seperti Ahrefs yang biaya bulanannya $99. Saya suka belajar, jadi senang sekali sambil bekerja saya dapat ilmu baru.

Tapi di antara sekian banyak pengetahuan yang saya dapatkan, ada pelajaran utama yang saya petik dan saya pegang sampai saat ini. Bahwa belajar dan menerapkan SEO harus tekun, gigih, sabar, dan disiplin. Serta fokus pada kualitas dan kuantitas yang berkualitas.

Image by Jessica Crawford from Pixabay

Dapatkan ebook Blog to Profit

Belajar bagaimana mendapatkan trafik organik dan penghasilan secepat mungkin untuk blogger pemula.

Mau dong!

11 Comments

  1. Keren mas, bisa dibayar sampai 7juta per bulan. Cuma saya bingung apakah benar dengan fokus ke kuantitas lebih baik daripada ke kualitas? 🤔

    1. Kuantitas yang berkualitas mbak, khususnya buat blog. Kalau website yang tanpa blog fokusnya ke kualitas aja.

  2. Serem ya bayarannya. Semoga bisa terus dapat client yang baik-baik kak. Selamat!!

  3. Makasih kak sudah sharing pengalamannya! Jadi pengen juga belajar tentang SEO lebih dalam lagi agar bermanfaat, setidaknya untuk blog yg saya kelola dulu.

  4. Duhh, harus berguru ke Mas nya nich, saya juga paling pusing kalo udah soal SEO

  5. waw.. pengalaman yang luar biasa.. belajar sambil dibayar gede, kemudian menjadi master di bidng SEO.

  6. Makasih mas untuk sharing yg luar biasanya ini. Keren mas Pur sudah punya klien sampe luar negeri hehe

  7. Wah kereen sekali, Ka. Saya baru banget belajar tentang SEO, dan memang harus telaten ternyata, ya.
    Thx Ka sharingnya.

  8. Wow, curhat yg agak berat buat otak saya, gak nyampe. Ada di titik ini aja saya dah belajar dg sangat, eh balik curhat.
    Sharing yg langsung meresap di kepala saya

  9. Juara banget, kak..
    Aku menerapkan SEO kalau ada yang bantu mengarahkan. Selebihnya menulis dengan bahagia. huhu… Memang kalau ada pelajaran yang bisa dipetika dari setiap kejadian, maka semakin memantapkan hati untuk terus berkarya. Apalagi SEO ini ilmu pasti. Jadi bisa di riset, dikembangkan dan diterrapkan.

  10. menarik ilmunya mas, saya masih meraba-raba juga sih, asli penasaran banget sama SEO itu

Leave a Comment

Your email address will not be published.