Strategi Monetasi Untuk Small Blog

Strategi Monetasi Untuk Small Blog

Saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman saya di tulisan ini. Mungkin ada satu dua yang bermanfaat buatmu. Ini tulisan tentang niche blog dengan trafik kecil, dan cara saya menyiasati agar penghasilannya lebih maksimal.

Saya mempunyai niche blog bertema kucing dan hal-hal yang berhubungan dengan kucing. Saya membuat blog itu selain karena suka kucing juga untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Monetasi

Blog saya mempunyai trafik organik sekitar 20-25 ribu per bulan, masih jauh dari target saya 1-3 trafik organik per bulan. Untuk monetasi awalnya saya memilih Adsense, sponsored post, dan affiliate marketing.

Adsense

Jelas butuh trafik tinggi agar earning dari Adsense kerasa. Earning Adsense blog saya cuma 50 ribuan tiap bulannya.

Kursus SEO gratis: klik disini

Affiliate Marketing

Saya mendaftar di Involve.asia, menjual produk-produk terkait kucing dari beberapa marketplace Indonesia. Bagi saya hasilnya lebih baik dari Adsense sih, tapi juga masih jauh dari target. Sebulan baru bisa 20-40 sales dan masih bisa ditingkatkan lagi.

Sponsored Post

Untuk sponsored post atau content placement saya hanya menerima job yang temanya berhubungan dengan kucing. Akibatnya job yang bisa saya apply sangat terbatas. Saya mengakalinya dengan rada maksa menghubungkan tema job dengan kucing.

Misalnya pernah dapat job dari perusahaan produsen buku jurnal. Maka saya menulis tentang jurnal kucing, yaitu mencatat hal-hal yang berhubungan dengan kucing seperti jadwal vaksin, catatan medis kucing peliharaan, dsb di buku jurnal.

Membangun Portfolio

Hasil monetasi blog kucing saya itu masih belum memuaskan. Saya sadar bahwa blog tersebut harus terus dibangun hingga trafiknya bagus sekali. Akan lebih mudah memonetasi blog jika trafiknya tinggi.

Tapi meski trafik masih kecil saya ingin memaksimalkan penghasilan blog. Maka saya pun kepikiran menawarkan iklan pada bisnis-bisnis yang berkaitan dengan kucing.

Jadi tidak sekedar menunggu ada tawaran job di medsos dan email. Tapi sebelumnya saya harus punya portfolio.

Saya menghubungi beberapa produsen dan distributor makanan kucing. Meminta bahan untuk mereview produk mereka. Sebagian besar cuek, hanya dua yang membalas dan memberi saya brosur untuk bahan menulis.

Salah satu review makanan kucing saya ternyata berhasil. Sebagian keyword yang saya incar berhasil page one. Senangnya lagi, cukup banyak visitor blog saya yang menghubungi distributornya untuk kulakan.

Equilibrio

Setelah punya portfolio, sekarang saya harus punya media kit.

Membuat Media Kit

Ini kali pertama saya membuat media kit untuk blog. Tujuan media kit ini sebagai sarana untuk menjual blog ke klien. Maka menurut saya klien harus mendapat gambaran jelas apa yang didapat jika mereka ngiklan di blog saya.

Susunan media kit yang saya buat:

  • Tentang blog kucing saya
    Penjelasan niche blog dan kategorisasi kontennya.
  • Tentang saya
    Saya menonjolkan pengalaman saya mengelola SEO beberapa website, dimana SEO ini sangat perlu bagi blog.
  • Portfolio
    Sedikit saya ceritakan keberhasilan mereview makanan kucing Equilibrio. Yang sudah saya singgung juga di atas.
  • Statistik blog
    Datanya saya ambil dari Google Analytics: organic traffic, pageviews, organic traffic berdasarkan kota (top 15), organic traffic berdasarkan devices.
  • Kerjasama
    Saya menawarkan banner iklan 300 x 250 px karena hampir semua visitor blog saya menggunakan smartphone. Banner ini bisa tampil di salah satu kategori saja atau di beberapa kategori yang diinginkan. Selain itu juga ada sponsored post, yang diterbitkan permanen dengan dofollow link yang juga permanen.
    Untuk menyasar produsen seperti penerbit buku tentang kucing, produsen pasir kucing, produsen kandang kucing, dsb saya menawarkan kerjasama dropship. Saya menjual produk mereka, menentukan laba sendiri dan mereka yang melakukan pengiriman.
    Tentu juga saya terbuka untuk bentuk-bentuk kerjasama lain.
  • Kontak

Media kit ini saya buat dalam bentuk soft copy, juga saya terbitkan di halaman tersendiri blog saya.

Menawarkan Kerjasama

Yang saya lakukan sederhana, saya mencari prospek berupa bisnis yang berhubungan dengan kucing, seperti:

  • Penerbit buku yang menerbitkan buku tentang kucing.
  • Klinik hewan.
  • Pet shop.
  • Produsen atau distributor (pasir kucing, makanan kucing, aksesoris, kandang, dll).

Saya berusaha mengumpulkan minimal 100 prospek beserta kontaknya. Alamat email, WA, nomor telepon bisa dicari di halaman kontak atau halaman about website, akun media sosial, akun marketplace.

Kemudian saya hubungi mereka satu per satu. Di hari kedua ada balasan email dari produsen pasir dan alat pembersih bulu kucing. Email berlanjut ke Whatsapp dan setelah beberapa kali ngobrol, deal pemasangan iklan banner di dalam semua artikel blog saya.

Untuk harga saya menetapkan beberapa kali lipat dari earning Adsense. Biaya iklan dibayar sebelum banner dipasang.

Jual Produk

Visitor blog niche kucing saya, saya yakin, kebanyakan adalah pecinta kucing dan mempunyai kucing. Sampai tulisan ini dibuat saya masih cukup sering interaksi dengan mereka. Baik lewat komentar, Whatsapp, maupun email.

Visitor yang spesifik seperti itu menurut saya bagus untuk dimonetasi dengan jualan produk sendiri. Sayangnya, saya belum punya ide mau membuat produk apa. Juga belum menemukan suplier produk yang sistemnya dropship.

Kesimpulan

  • Kalau trafik masih kecil jangan berharap banyak dari penghasilan Adsense.
  • Jualan produk baik produk sendiri atau affiliate marketing cocok untuk niche blog.
  • Jemput bola, tawarkan kerjasama dengan pihak-pihak yang relevan dengan tema blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published.